Kamis, 22 Desember 2011

angin malam

angin malam terasa dingin hingga keliang nyawan,di dinding bayang-bayang kau dan aku laik wayang,dimainkan ki dalang dengan kisah yang kelam kita adalah korban sekaligus pelaku tapi tak ada gending kemenangan atau kekalahan,dalam ruangan ini,delain keheningan menghayati kelahiran juga kematian,lihat di dinding bayang-bayang itu saling melebur takut dicekik kesepian

Tidak ada komentar:

Posting Komentar